pasang iklan baris gratis
Showing posts with label Pelajaran. Show all posts
Showing posts with label Pelajaran. Show all posts

Ayam atau Telur Mana Lebih Dahulu sebuah Teka-Teki yang terjawab

"Mana Yang Lebih Duluan ada, Ayam atau Telur...?" Pertanyaan ini menjadi salah satu Teka-Teki yang sering diperbincangkan dan yang paling sulit untuk dijawab. Jika Ayam lebih dahulu ada kemudian Telur dan sebaliknya. Ayam dihasilkan dari Telur sedangkan Telur dihasilkan dari Ayam. Suatu Fakta nyata yang sangat membingungkan. Namun hal itu sudah terjawab dari hasil Penelitian seorang Ilmuwan dari Australia yang dimuat pada Artikel "Australian Academy of Scienc".
Menurut hasil Riset yang dimuat di Artikel Australian Academy of Scienc bahwa Ayam lah yang terlebih dahulu atau yang pertama sekali ada dan kemudian Telur.

AYAM HUTAN MERAH dalam Bahasa Latin GALLUS GALLUS


Dari Penjelasan Ilmuwan tersebut bahwa yang dimuat di Australian Academy of Science, "Ayam Pertama" lahir dari Mutasi Genetik yang berasal dari DNA Hewan yang memiliki bentuk menyerupai Ayam. Hewan yang dimaksud terseut adalah "The Red Junglefowl" atau "Ayam Hutan Merah" yang memiliki nama latin "Gallus Gallus". Mutasi Genetik tersebut terjadi pada Sel Pertama Kemudian, Mutasi-mutasi itu menggandakan diri ke setiap sel tubuh lain saat Embrio Ayam Tumbuh. Proses tersebut menghasilkan Ayam, yang kemudian disebut sebagai "Gallus Galus Domestics".

Diperkirakan, "Ayam Hutan Merah" itu dijinakkan oleh Masyarakat Asia termasuk Indonesia yang kemudian menyebar ke seluruh Dunia. Gallus Gallus memiliki lapisan Telur yang kurang Produktif dan Agresif jika dibanding dengan hasil mutasinya, Gallus gallus Domestics.Bukti Arkeologi menunjukkan, Gallus gallus pertama kali dijinakkan dan di Domestifikasi pada 10.000 tahun yang lalu. Analisis DNA dan Simulasi Matematis menunjukkan Ayam sudah ada sejak 58.000 tahun silam.

Menurut Penjelasannya, Urut-urutan keberadaan Telur dan "Ayam Sketching Science". Telur ditemukan di dalam Kerajaan Hewan atau Kingdom Animalia. Ia merupakan wadah yang menjaga Embrio agar bisa bertahan hidup dan berkembang. Menurut Penelitian itu, Telur pertama muncul jutaan tahun yang lalu. Sebelumnya, sebagian besar Hewan Bereproduksi dengan mengandalkan air, mereka bertelur di dalam Kolam atau Lingkungan Lembab lain, sehingga Telur yang dihasilkan tidak mengering.

Seiring perkembangan waktu, jenis telur berbeda mulai muncul setelah adanya evolusi. Telur memiliki cangkang yang keras karena ditetaskan di darat. Telur yang dihasilkan di darat ini berasal dari evolusi panjang Hewan Tetrapoda (Berkaki 4 termasuk Burung dan Unggas) sejak lebih dari 300 juta tahun yang lalu. Telur ini disebut sebagai "Telur Amniot" dengan ukuran lebih besar dan kualitas lebih baik.

Telur Amniot memiliki tiga Selaput Ekstra yang terdiri dari Chorion, Amnion, dan Allantois. Hal ini memungkinkan Embrio mengambil Nutrisi yang disimpan, menyimpan Produk Limbah berlebih, dan bernafas tanpa perlu Lingkungan Akuatik Eksternal. Cairan ekstra yang terbungkus dalam amnion, ditambah kulit luar yang keras, semakin memberikan perlindungan ekstra.
Namun, peneliti belum dapat memastikan kapan dan bagaimana telur jenis ini terbentuk. Sebab, Cangkang Telur tidak meninggalkan Fosil yang jelas sebagai Bahan Penelitian. Hanya saja, kemungkinan yang paling besar evolusi ini terjadi pada 340 juta-370 juta tahun yang lalu saat Nenek Moyang Hewan ini binasa.

Dari penjelasan ini didapatkan kesimpulan bahwa "Telur" dalam arti umum, lebih dulu ada dari pada "Ayam". Telur diketahui ada sejak ratusan juta tahun silam sementara Ayam baru muncul sekitar 58.000 tahun lalu.

Sedangkan "Telur Ayam" yang menjadi Pertanyaan awal? Peneliti menemukan Proses Pembentukan "Kulit Telur Ayam" sebagian besar terbentuk dari Kalsium Karbonat (CaCO3). Sumber Kalsium itu didapatkan Ayam dari sumber makanannya. Untuk membentuk Cangkang, Kalsium itu perlu disimpan dalam Kristal CaCO3, dan proses ini sangat bergantung pada keberadaan sebuah Protein yang disebut "Ovocleidin-17" yang hanya dapat ditemukan di Ovarium Ayam. Protein ini berfungsi mempercepat pembentukan Cangkang Telur pada Ayam. Dari sinilah kemudian disimpulkan bahwa Telur Ayam ada setelah keberadaan Ayam itu sendiri. Tanpa adanya Protein Ovocleidin-17, Telur Ayam tidak mungkin ada.

Artikel ini telah di-review oleh sejumlah Ahli, seperti "Profesor Evolusi Biologi Rick Shame dari University of Sydney", "Ahli Palenteologi Vertebrata Profesor Trevor Worthy dari Flinders University" dan "Dr Walter Boles, Bagian Ornitologi Universitas Australia".

Belajar Ilmu Pengetahuan Tentang Hukum Newton III (Aksi-Reaksi)

Pada Hukum II Newton, kita belajar bahwa gaya-gaya mempengaruhi gerakan benda. Dari manakah gaya tersebut datang ? dalam kehidupan sehari-hari, kita mengamati bahwa gaya yang diberikan kepada sebuah benda, selalu berasal dari benda lain. gerobak bergerak karena kita yang mendorong, paku dapat tertanam karena dipukul dengan martil, buah mangga yang lezat jatuh karena ditarik oleh gravitasi bumi, demikian juga benda yang terbuat dari besi ditarik oleh magnet. Apakah semua benda bergerak karena diberikan gaya oleh benda lain ?

Newton mengatakan bahwa kenyataan dalam kehidupan sehari-hari tidak semuanya seperti itu. Ketika sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain maka benda kedua tersebut membalas dengan memberikan gaya kepada benda pertama, di mana gaya yang diberikan sama besar tetapi berlawanan arah. Jadi gaya yang bekerja pada sebuah benda merupakan hasil interaksi dengan benda lain. Anda dapat melakukan percobaan untuk membuktikan hal ini. Tendanglah batu atau tembok dengan keras, maka kaki anda akan terasa sakit (jangan dilakukan). Mengapa kaki terasa sakit ? hal ini disebabkan karena ketika kita menendang tembok atau batu, tembok atau batu membalas memberikan gaya kepada kaki kita, di mana besar gaya tersebut sama, hanya berlawanan arah. Gaya yang kita berikan arahnya menuju batu atau tembok, sedangkan gaya yang diberikan oleh batu atau tembok arahnya menuju kaki kita. Ketika kita menendang bola, gaya yang kita berikan tersebut menggerakan bola. Pada saat yang sama, kita merasa gaya dari bola menekan kaki kita. Jika anda punya skate board, lakukanlah percobaan berikut ini sehingga semakin menambah pemahaman anda. letakan papan luncur alias skate board di dekat sebuah tembok. Berdirilah di atas skate board (papan luncur) tersebut dan doronglah tembok dihadapan anda. Apa yang anda alami ? skate board tersebut meluncur ke belakang. Aneh khan ? padahal anda tidak mendorong skate board ke belakang. Skate board meluncur ke belakang karena tembok yang anda dorong membalas memberikan gaya dorong kepada anda, di mana arah gaya yang diberikan tembok berlawanan arah dengan arah dorongan anda. anda mendorong tembok ke depan, sedangkan tembok mendorong anda ke belakang sehingga skate board kesayangan anda meluncur ke belakang. Jika anda tinggal di tepi pantai dan termasuk anak pantai, lakukanlah percobaan dengan menaiki perahu dan melemparkan sesuatu, entah batu atau benda lain ke luar dari perahu. Lakukanlah hal ini ketika perahu sedang diam. Amati bahwa perahu akan bergerak ke belakang jika anda melempar ke depan, dan sebaliknya.

Apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah.

Secara Matematis Hukum III Newton dapat ditulis sebagai berikut :

F A ke B = – F B ke A

F A ke B adalah gaya yang diberikan oleh benda A kepada benda B, sedangkan F B ke A adalah gaya yang yang diberikan benda B kepada benda A. Misalnya ketika anda menendang sebuah batu, maka gaya yang anda berikan adalah F A ke B, dan gaya ini bekerja pada batu. Gaya yang diberikan oleh batu kepada kaki anda adalah – F B ke A. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah gaya reaksi tersebut berlawanan dengan gaya aksi yang anda berikan. Jika anda menggambar tanda panah yang melambangkan interaksi kedua gaya ini, maka gaya F A ke B digambar pada batu, sedangkan gaya yang diberikan batu kepada kaki anda, – F B ke A, digambarkan pada kaki anda.

Persamaan Hukum III Newton di atas juga bisa kita tulis sebagai berikut :

Faksi = -Freaksi

Hukum warisan eyang Newton ini dikenal dengan julukan hukum aksi-reaksi. Ada aksi maka ada reaksi, yang besarnya sama dan berlawanan arah. Kadang-kadang kedua gaya tersebut disebut pasangan aksi-reaksi. Ingat bahwa kedua gaya tersebut (gaya aksi-gaya reaksi) bekerja pada benda yang berbeda. Berbeda dengan Hukum I Newton dan Hukum II Newton yang menjelaskan gaya yang bekerja pada benda yang sama.

Gaya aksi dan reaksi adalah gaya kontak yang terjadi ketika kedua benda bersentuhan. Walaupun demikian, Hukum III Newton juga berlaku untuk gaya tak sentuh, seperti gaya gravitasi yang menarik buah mangga kesayangan anda. Ketika kita menjatuhkan batu, misalnya, antara bumi dan batu saling dipercepat satu dengan lain. batu bergerak menuju ke permukaan bumi, bumi juga bergerak menuju batu. Gaya total yang bekerja pada bumi dan batu besarnya sama. Bumi bergerak ke arah batu yang jatuh ? masa sich… karena massa bumi sangat besar maka percepatan yang dialami bumi sangat kecil (Ingat hubungan antara massa dan percepatan pada persamaan hukum II Newton). Walaupun secara makroskopis tidak tampak, tetapi bumi juga bergerak menuju batu atau benda yang jatuh akibat gravitasi. Bumi menarik batu, batu juga membalas gaya tarik bumi, di mana besar gaya tersebut sama namun arahnya berlawanan.

Hukum III Newton dalam Kehidupan Sehari-hari

Konsep Hukum III Newton sebenarnya sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari, walau kadang tidak kita sadari. Hal apa saja dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan konsep Hukum III Newton ?

Hukum III Newton berlaku ketika kita berjalan atau berlari

Ketika berjalan, telapak kaki kita memberikan gaya aksi dengan mendorong permukaan tanah atau lantai ke belakang. Permukaan tanah atau lantai memberikan gaya reaksi kepada kita dengan mendorong telapak kaki kita ke depan, sehingga kita berjalan ke depan. Ketika berjalan mundur, telapak kaki kita mendorong permukaan tanah atau lantai ke depan. Sebagai reaksi, permukaan tanah atau lantai mendorong telapak kaki kita ke belakang sehingga kita bisa berjalan mundur. Besarnya gaya aksi dan reaksi sama, tetapi arahnya berlawanan. Telapak kaki kita mendorong lantai ke belakang, lantai mendorong telapak kaki kita ke depan. Ketika kita berjalan lambat, gaya yang kita berikan kecil, sehingga gaya reaksi yang diberikan oleh lantai juga kecil, akibatnya kita berjalan pelan. Pada saat kita berjalan cepat, telapak kaki kita menekan lantai lebih kuat, akibatnya gaya reaksi yang diberikan lantai juga besar sehingga kita didorong dengan kuat ke depan. Dirimu dapat melakukan percobaan ini untuk membuktikannya. Ketika kita berlari, gaya aksi berupa dorongan yang diberikan oleh telapak kaki kita kepada permukaan tanah sangat besar sehingga gaya reaksi yang diberikan oleh permukaan tanah kepada telapak kaki kita juga sangat besar. Akibatnya kita bisa berlari dengan kencang. Jadi besarnya gaya reaksi yang diberikan oleh permukaan tanah atau lantai kepada telapak kaki kita sebanding alias sama besar dengan gaya aksi yang kita berikan dan arahnya berlawanan.

Hukum III Newton berlaku ketika kita berenang

Apakah dirimu bisa berenang ? kalo belum bisa, ayo belajar berenang… gampang kok. Kaya belajar naik sepeda atau motor, awalnya memang agak sulit tapi kalo sering latihan ntar juga mahir, asyik lagi.. :)

Ketika kita berenang, kaki dan tangan kita mendorong air ke belakang. Sebagai reaksi, air mendorong kaki dan tangan kita ke depan, sehingga kita berenang ke depan.

Hukum III Newton berlaku pada pistol atau senapan yang ditembakan

Ketika sebuah peluru ditembakan, pistol atau senapan memberikan gaya aksi kepada peluru dengan mendorong peluru ke depan. Karena mendapat gaya aksi maka peluru tersebut mendorong pistol atau senapan ke belakang. Akibatnya, para penembak merasa tersentak ke belakang akibat dorongan tersebut. Seandainya dirimu bercita-cita menjadi polisi atau tentara maka suatu saat nanti bisa melakukan percobaan untuk membuktikannya. Kalau terbukti, ingat eyang Newton sama GuruMuda ya ;)

Hukum III Newton berlaku pada Balon Udara yang bergerak

Bola Udara
Pernahkah dirimu melihat dan memegang balon ? ya pernah-lah… saking gemes, balon-balon dipecahin semua :) Hukum III Newton juga berlaku pada balon udara yang bergerak ? balon udara bergerak ? maksudnya bagaimanakah…. Yang dimaksudkan di sini bukan balon udara yang bergerak karena ditiup angin, tapi karena di dorong oleh udara yang ada di dalam balon. Bertambah bingung-kah ? lakukan percobaan berikut ini sehingga menambah pemahamanmu. Beli sebuah balon di warung terdekat (murah kok, lagian cuma satu). Tiuplah balon sampai balon mengembung; jangan lupa jepit mulut balon dengan jarimu agar udara tidak keluar. Nah, silahkan lepas jepitan tanganmu pada mulut balon. Apa yang terjadi ? balon tersebut bergerak khan ? jika posisi balon tegak, di mana mulut balon berada di bawah, maka balon akan meluncur ke atas. Balon bergerak ke atas karena balon memberikan gaya aksi dengan mendorong udara ke bawah (udara keluar lewat mulut balon). Udara yang keluar lewat mulut balon memberikan gaya reaksi dengan mendorong balon ke atas, sehingga balon bergerak ke atas. Apabila posisi balon dibalik, di mana mulut balon berada di atas, maka balon akan bergerak ke bawah. Besar gaya aksi dan reaksi sama, hanya berlawanan arah. Balon mendorong udara ke bawah, udara mendorong balon ke atas. Atau sebaliknya balon mendorong udara ke atas, udara mendorong balon ke bawah. Semakin banyak udara yang ditiupkan ke dalam balon, maka balon bergerak makin cepat ketika mulut balon tersebut dibuka. Hal ini disebabkan karena balon mendorong lebih banyak udara keluar, sehingga udara yang didorong tersebut memberikan reaksi dengan mendorong balon. Semakin banyak udara yang ada di dalam balon, semakin lama dan jauh balon bergerak; semakin sedikit udara dalam balon, semakin pelan balon bergerak. Jadi besar gaya aksi sama dengan besar gaya reaksi, hanya arahnya berlawanan.

Hukum III Newton berlaku pada Ikan Gurita yang bergerak dalam air.

Gurita
Pernahkah dirimu menikmati lezatnya ikan gurita ? enak banget, manyus… ga ada tulang lagi, wah pokoknya sedap. Awas air liurmu tiris ;) ikan gurita ga punya sirip… lalu bagaimana-kah ia berenang ? Hukum III Newton lagi… Hukum III Newton lagi… eyang newton menguasai darat, udara dan laut. Ikan newton, eh ikan gurita bergerak ke depan dengan menyemprotkan air ke belakang (gaya aksi); air yang disemprotkan tersebut mendorong ikan gurita ke depan (gaya reaksi), sehingga ikan gurita bisa berenang bebas di dalam air laut.




Peluncuran Roket menggunakan konsep Hukum III Newton.

Roket
Bagaimanakah prinsip kerja roket yang diluncurkan ke luar angkasa ? di luar angkasa tidak udara, tapi mengapa roket bisa bergerak ? helikopter atau pesawat terbang bisa bergerak di udara karena terdapat baling-baling yang menggerakan udara, sedangkan roket bisa bergerak di luar angkasa (ruang hampa udara ?) kok bisa ya…. Bagaimanakah dirimu menjelaskannya ?

Konsep dasar peluncuran roket sama dengan percobaan balon yang meluncur ke atas. Roket memberikan gaya aksi yang sangat besar kepada gas dengan mendorong gas keluar dan gas tersebut memberikan gaya reaksi yang sama besar, dengan mendorong roket ke atas. Gaya dorong yang diberikan gas kepada roket sama besar dengan gaya yang diberikan roket kepada gas, hanya arahnya berlawanan. Roket mendorong gas ke bawah, gas mendorong roket ke atas.

Bagaimanakah dengan pesawat jet ? pesawat jet juga menggunakan konsep hukum III Newton. Mesin pesawat jet memberikan gaya aksi dengan menyemburkan gas keluar lewat belakang pesawat, dan gas tersebut memberikan gaya reaksi dengan mendorong pesawat jet ke depan. Gaya dorong yang dilakukan oleh mesin pesawat jet terhadap gas sangat besar sehingga gas juga mendorong pesawat jet dengan gaya yang sangat besar. Mesin pesawat jet mendorong gas ke belakang, gas mendorong pesawat jet ke depan. Jadi arah gaya berlawanan, tapi besar gaya sama. Pesawat jet bergerak horisontal alias mendatar, sedangkan roket bergerak vertikal alias tegak lurus permukaan bumi.

Mengapa mobil bergerak ?

Mobil bergerak karena mesin menggerakan roda sehingga roda berputar. Karena roda berputar maka mobil atau sepeda motor bergerak. Hmmm, apakah hanya demikian jawabannya ?

Penjelasan seperti ini belum cukup, karena jika mobil atau sepeda motor berada di atas permukaan es atau jalan yang sangat licin (tidak ada gesekan), apakah mobil masih bisa bergerak ? paling rodanya muter di tempat. Mobil atau sepeda motor bisa bergerak ke depan karena ada gaya gesekan yang diberikan jalan pada roda. Gaya gesekan ini adalah gaya reaksi terhadap gaya aksi yang diberikan oleh roda terhadap jalan.

Semakin cepat roda berputar, maka semakin cepat roda tersebut memberikan gaya aksi kepada jalan, dan jalan juga memberikan gaya reaksi secara cepat kepada roda kendaraan. Ingat bahwa gaya aksi dan reaksi tersebut bekerja sepanjang jalan yang dilewati oleh kendaraan beroda. Apakah gaya aksi dan reaksi antara roda dan jalan tersebut yang membuat mobil bergerak cepat ? bukan… mesin kendaraan yang memutar roda dengan cepat sehingga kendaraan beroda bergerak cepat. Jika mesin memutar roda dengan lambat maka kendaraan beroda akan berjalan lambat. Tetapi ingat bahwa kendaraan beroda bisa bergerak karena terjadi gaya aksi-reaksi antara roda dan jalan sepanjang lintasan kendaraan tersebut.

Kesimpulan :
Gaya mempengaruhi gerak benda jika diberikan kepada benda tersebut. Gaya yang diberikan oleh sebuah benda tidak mempengaruhi benda tersebut, tetapi mempengaruhi benda lain yang diberi gaya itu. Misalnya, ketika roda memberikan gaya aksi kepada jalan, maka gaya tersebut mempengaruhi jalan, bukan roda sebagai pemberi gaya aksi. Demikian juga ketika jalan memberi gaya reaksi kepada roda, maka gaya tersebut mempengaruhi roda; tidak mempengaruhi jalan. Beda lho… intinya gaya mempengaruhi benda lain yang diberikan gaya. Gaya aksi yang diberikan roda bekerja pada jalan, sedangkan gaya reaksi yang diberikan jalan, bekerja pada roda. Sumber Article

Perbedaan Silabus dan RPP dalam Sistem Pembelajaran Pendidikan


Dalam Silabus untuk menyebut suatu "Produk Pengembangan Kurikulum" berupa Penjabaran lebih lanjut dari "Standart Kompetensi dan Kompetensi Dasar" yang ingin dicapai dan Pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
  • Dalam silabus tidak ada langkah-langkah pembelajaran.
  • Silabus dibuat untuk satu semester.
RPP yang menggambarkan prosedur dan Managemen Pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih Kompetensi Dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam isi Silabus.
  • Dalam RPP terdapat langkah-lamgkah pembelajaran.
  • RPP dibuat dalam satu pertemuan / BAB.
Adapun tujuan dari Silabus dan RPP, yakni :
  • Agar pembelajaran yang dilakukan lebih terstruktur.
  • Yang dijadikan patokan adalah " Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar " tersebut.
Dan yang dijadikan patokannya adalah Silabus karena Silabus dibuat terlebih dahulu dari pada RPP.
Adapun kelebihan dalam Silabus dan RPP, seharusnya silabus dan RPP dibuat dengan baik dan terperinci. Sehingga tujuan dalam pembelajaran dapat tercapai.

Langkah-langkah Pengembangan Silabus dan RPP
1. Langkah-langkah Pengembangan Silabus
Langkah-langkah dalam penyusunan silabus meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
  • Identifikasi Mata Pelajaran. Pada setiap silabus perlu identifikasi yang meliputi identitas sekolah, identitas mata pelajaran, kelas/program dan semester.
  • Perumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia di rumuskan berdasarkan struktur keilmuan dan tuntutan kompetensi lulusan. Selanjutnya standar kompetensi dan kompetensi dasar di urutkan dan di sebarkan secara sistematis.
  • Penentuan materi pokok dan uraian materi pokok. Pengurutan materi pokok dan uraian materi pokok dapat menggunakan pendekatan prosedural, hirarkis, konkrit ke abstrak, dan pendekatan tematik. Prinsip yang perlu diperhatikan dalam menentukan materi pokok dan uraian materi pokok adalah : prinsip relevansi, prinsip konsistensi, prinsip adekuasi.
  • Pemilihan pengalaman belajar. Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran, yang meliputi : pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar.
  • Penjabaran kompetensi dasar menjadi indikator. Indikator merupakan penjabaran kompetensi yang dapat dijadikan ukuran untuk mengetahui ketercapaian hasil pembelajaran. Indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang bisa diukur dan di buat instrumen penilaian.
  • Penjabaran indikator kedalam instrumen penilaian. Indikator dijabarkan lebih lanjut kedalam instrumen penilaian yang meliputi jenis tagihan, bentuk instrumen, dan contoh instrumen.
  • Menentukan alokasi waktu.
  • Sumber/Bahan/Alat. Sumber yang digunakan disini berarti buku-buku rujukan, referensi. Sedangkan yang dimaksud bahan dan alat adalah bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan dalam praktikum atau dalam proses belajar mengajar.
2. Langkah-langkah pengembangan RPP
Cara Pengembangan RPP dalam garis besarnya dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
  • Mengisi kolom identitas.
  • Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang akan ditetapkan.
  • Menentukan standar kompetensi dan kompeensi dasar, serta indikator yang akan digunakan yang terdapat pada silabus yang telah disusun.
  • Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta indikator yang telah ditentukan.
  • Mengidentifikasi materi standar berdasarkan materi pokok/pembelajaran yang terdapat dalam silabus.
  • Menentukan metode pembelajaran yang akan di gunakan.
  • Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir.
  • Menentukan sumber belajar yang digunakan.
  • Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, dan teknik penskoran.

Basics of Education in Indonesia

DEFINITION OF EDUCATION

Langeveld
Education is every Business, effect, protection and assistance provided to children are upon the maturation of the child, or rather to help children to be proficient enough task his own life. The influence came from an adult (or created by adults such as school books, the daily round of life, and so on) and addressed to minors.
John Dewey
Education is the process of forming fundamental skills intellectually and emotionally toward nature and fellow human beings.
J.J. Rousseau
Education is giving us supplies that do not exist in childhood, but we need it on into adulthood.
Carter V.Good
a. Pedagogy is the art, practice, or profession of teaching.
b. The systematized learning or instruction Concerning principles and methods of teaching and of student control and guidance; largely replaced by the term education.

Education is to:
a. Art, Practice, or Teaching Profession.
b. Systematic knowledge or teaching related to the principles and methods of teaching, supervision and guidance of students; in the broad sense is replaced by the term education.

Ki Hajar Dewantara
Education is the growing demands in the lives of children, while the mean, education is leading all the forces of nature that exist in children, and that they as a people and as members of the public safety and the happiness it can be reached as high.

According to Law No. 2 of 1989
Education is a conscious effort to prepare students through mentoring, teaching, and or training for their role in the future.

According to Law. 20 of 2003
Education is a conscious and deliberate effort to create an atmosphere of learning and the learning process so that learners are actively developing the potential for him to have the spiritual strength keagamaaan, self-control, personality, intelligence, noble character, as well as the skills needed themselves, society, nation and state.

EDUCATIONAL FACTORS
Objective factors
In the Act No. 2 of 1989 clearly stated goal of National Education, which is "Feeding the life of the nation and develop a complete Indonesian man, the man who is faithful and righteous to God Almighty and noble character, has the knowledge and skills, physical and spiritual health , mantab and independent personality and a sense of community and national responsibility. "

Real factor for the purpose of education is:
  • As the Direction of Education, the goal will indicate the direction of a business, while the show way to go from the present situation to the next situation.
  • Goal as the end point, a business must have a beginning and an end. Maybe there was an attempt to stop because something is a failure to achieve the goal, but the effort can not be said to be over. In general, an attempt is said to terminate if the goal has finally been reached.
  • Objectives as a starting point to achieve other goals, if the goal is the end point of the business, then this is the basic starting point, in the sense that it is the fundamental basis of the beginning of each business base.
  • Giving value to the work done
Educators Factor
Educators are the people who bear the responsibility to Educate.
Dwi Nugroho Hidayanto, an inventory that includes the Understanding of Educators:
a. Adult
b. Parents
c. Teacher
d. Community leaders
e. Religious Leaders

Characteristics that must be possessed of educators in the task of educating, which is
  • Maturity of a stable self, understanding self, self, and have human values.
  • Stable social maturity, have sufficient knowledge about the community, and have the capacity to foster cooperation with others.
  • Professional maturity (the ability to educate), which is paying attention and love the attitude of students as well as having enough knowledge about the background of the students and their development, have proficiency in the use the ways of educating.
Teacher Quality Criteria are Needed in Education :
  • Teacher as a Planner
  • Teacher as the Initiator
  • Teacher as a Motivator
  • The Teacher as Observer
  • Teacher as a Motivator
  • Teachers as Antisifator
  • Teacher as a Model
  • Teacher as Evaluator
  • Teacher as a Friend to Explore with their Students
  • Promoter so that Children become true learners
Factor Learners
Students is any person who receives the influence of a person or group of people who run educational activities. Being in the narrow sense of the students are children (immature person) is left to the responsibility of educators. One sign that a person has learned is that there is a change in her behavior. Thus, the study seeks to bring children who initially completely helpless, almost the whole of his life relying on others, to the adult level, the circumstances in which the child is able to stand alone and be responsible for themselves, individually, socially and decency.

Factors Educational Tool
Good Teaching is primarily educational tool. Education is a factor of educational tools that are made available and used for achieving the desired educational goals.

Judging from his form, an educational tool can be:
  • Educating actions (called software) includes advice, example, prohibitions, commands, praise, reproof, threats, and punishment.
  • Objects as a tool (called hardware); includes tables and chairs, study, whiteboard, erasers, chalk, overhead projector, and so forth.
Environmental Factors
Basically the environment include:
  • Place (Physical Environment), climatic conditions, soil conditions, natural state.
  • Culture (Cultural Environment), with a particular cultural heritage of language, art, economics, science, philosophy of life, religious.
  • Groups live together (Social Environment or Community) families, play groups, village associations.
By Ki Hajar Dewantara educational environment include family environment, school environment, and environmental youth organization, which he called the Tri Education Center.
  • Family Environment (Primary Community)
Family Education Work:
A. As a first experience of childhood.
  • Ensure the child's emotional life
  • Instilling basic moral education.
  • Provide basic social education
  • Laid the foundations of religious education for children.
B. School Environment

Not all tasks can be executed by educating parents in the family, especially in terms of science and a wide range of skills. Because if judging from the historical development of the teaching profession, teaching is really the task of the delegation of the duties of a parent unable to provide the knowledge, skills and attitudes in accordance with the times.

School Functions Include:
  • Schools help parents do a good habits and instill good moral character.
  • Schools provide education for life in society are difficult or can not be given at home.
  • School trains children acquire skills such as reading, writing, arithmetic, drawing and other sciences that are developing intelligence and knowledge.
  • Ethics lessons given in schools, religious, aesthetic, moral distinguish
  • Maintain cultural heritage living in the community by delivering cultural heritage to the younger generation, in this course students.
C. Environmental Youth Organization

The role of youth organizations in particular are seeking the development of socialization young life. Through a youth organization developed a kind of social awareness, skills in association with his fellow comrades (Social Skills) and the right attitude in relationships with fellow human beings (Social Attitude).
Bookmark and Share